12,9 Persen Balita Basel Dikategorikan Stunting

  • Whatsapp

Pemerintah Intervensi dalam Dua Skema

TOBOALI – Sebanyak 456 balita dengan persentase 12,9 persen yang berada di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) masuk dikategorikan stunting hingga saat ini. Jumlah tersebut dari 3.535 balita berusia 0-59 bulan di Basel.

Dari data yang berhasil dihimpun Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Basel, 456 balita yang dikategorikan stunting itu, tersebar di 8 desa yang ada di daerah ini, yakni Desa Serdang, Desa Tepus, Desa Sidoarjo, Desa Pongok, Desa Payung, Desa Sebagin dan Desa Jelutung 2 serta Desa Gudang. Untuk itu, DKPPKB Basel terus intensif meminimalir stunting.

“Kami saat ini, bekerja sama dengan instansi dan pemangku kepentingan lainnya terus berusaha menurunkan angka stunting yang terjadi di Bangka Selatan,” kata Kepala DKPPKB Basel Supriyadi, Kamis (14/3/2019).

Untuk penurunan prevalensi stunting, kata dia, harus dikerjakan bersama semua pihak termasuk masyarakat. Ia menerangkan, definisi stunting adalah kekurangan gizi kronis pada anak balita yang terjadi dalam jangka waktu lama.

“Pemerintah melakukan intervensi dalam dua skema. Pertama intervensi spesifik atau gizi dalam melakukan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak suplementasi gizi serta pemberian tablet darah dan konsultasi,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk skema kedua intervensi sensitif atau non gizi seperti penyediaan sanitasi dan air bersih, lumbung pangan, alokasi dana desa, edukasi sosialisasi dan sebagainya.

Dengan demikian, pihaknya mengajak kepedulian akan lingkungan sekitar, melihat kondisi balita di keluarga atau lingkungan sekitar dan pahami, carilah informasi sebanyak mungkin melalui media ataupun tentang stunting. Serta berpartisipasi memberikan informasi yang benar pada keluarganya dan edukasi masyarakat.

Terpisah, Anggota DPRD Basel, Jalaludin, berharap Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui DKPPKB dapat secara bertahap bersama seluruh elemen masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih, menjaga gizi ibu hamil, serta pola makan anak yang cukup asupan gizi. “Ayo bersama kita cegah stunting,” ajak politisi PKB ini. (raw/3)

Related posts