by

12 Februari, Jembatan Rp 420 M Diresmikan

-Berita Kota-119 views

Hari Ini, Komisi III Panggil Dinas PU

PANGKALPINANG – 12 Februari 2017 mendatang, jembatan Baturusa II yang kerap disebut Jembatan EMAS, siap diresmikan. Pembangunan yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Provinsi Bangk Belitung (Babel) dalam kurun waktu enam tahun itu, telah menyedot dana sekitar Rp420 miliar.

“12 Februari nanti akan diresmikan. Semuanya sudah Clear and Clean,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Babel, Hasanuddin ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (3/1/2017).

Diakuinya, status pembebasan lahan masyarakat sebagian besar sudah diselesaikan per 29 Desember 2016 lalu. Saat ini, status tanah memang masih ada yang belum rampung. Namun katanya, hal tersebut tidak mengganggu berjalannya jembatan yang siap digunakan untuk kepentingan umum nantinya.

“Ganti rugi tanah pun sudah diselesaikan per 29 Desember yang lalu. Sekarang, masih ada yang prosesnya ditingkat pengadilan dan ada satu tanah kavling milik masyarakat yang belum dapat diganti, karena statusnya tumpang tindih. Gak berani kita kalau tanah tumpang tindih kepemilikan,” sebutnya.

Hasanuddin pun menambahkan, pekan ini operator jembatan dari luar negeri akan tiba, untuk menjalankan jembatan tersebut.

“Semoga semuanya berjalan sesuai rencana. Dan ini sudah kita sampaikan kepada anggota dewan dan juga saat rapat Banmus,” katanya.
Sebelumnya, Komisi III DPRD Babel rencananya akan memanggil Dinas PU dan sejumlah mitra kerja dalam membahas realisasi anggaran dan peresmian mega proyek jembatan EMAS, hari ini, Rabu (4/1/2017). Rencananya, mega proyek jembatan EMAS tersebut dalam waktu dekat akan segera diresmikan bersamaan dengan bandara baru Depati Amir oleh Presiden Joko Widodo.

“Pertama kita mempertanyakan realisasi anggaran tahun 2016. Setelah itu, kita akan adakan beberapa pertanyaan tentang jembatan EMAS. Apalagi secara fisik jembatan itu sudah selesai, namun kita ingin memastikan lagi kapan realisasi peresmian dan kapan bisa digunakan untuk umum. Kita juga akan mengundang rapat dinas perhubungan, akan mempertanyakan kejelasannya,” kata anggota Komisi III, Ahmad Mugni, di ruang kerjanya, kemarin.

Legislator Dapil Bangka Tengah itu juga mempertanyakan kondisi jalan menuju jembatan EMAS, yang diduga belum diselesaikan. Menurutnya, ada kendala mengenai biaya ganti rugi tanah.

“Memang ada permasalahan ganti rugi lahan, ganti rugi lahan ini kemarin sudah kita anggarkan dananya, namun realisasi penyelesaiannya terkendala aturan baru. Jika sebelumnya ditangani oleh tata pemerintahan, namun sekarang bisa dianggarkan pada Dinas terkait. Dan ini, masih dalam sosialisasi penggunaan,” imbuh mantan Wakil Ketua DPRD Bateng itu.

“Sudah hampir tiga tahun berlalu kita pertanyakan, tapi kita belum mendapatkan 100 persen dari realisasi perkerjaan tersebut dan ini menjadi pertanyaan masyarakat,” pungkasnya. (ron/10)

Comment

BERITA TERBARU