12 Calon Perwira Polisi “Selidiki” Soal Elpiji Langka

  • Whatsapp
Bupati Bangka, Mulkan bersama unsur Forkopimda Bangka dan 12 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian di Kantor Bupati Bangka, Senin (22/4/2019).(foto: mg419)

SUNGAILIAT – Sebanyak 12 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) akan mencari penyebab terjadinya kelangkaan elpiji di Kabupaten Bangka. Mahasiswa tersebut diberdayakan untuk membantu pemda dalam memecah permasalahan yang belum tertangani pemerintah.

Penelitian mengenai kelangkaan elpiji yang terjadi di Kabupaten Bangka tersebut merupakan salah satu syarat yang harus dilakukan oleh calon perwira tersebut sebelum lulus dari STIK.

Bupati Bangka, Mulkan saat menerima mahasiswa STIK tersebut di Kantor Bupati Bangka, Senin (22/4/2019) mengatakan kelangkaan elpiji tersebut merupakan salah satu masalah pokok yang dihadapi pemerintah selama ini.

“Emang betul elpiji di Bangka ini langka, terutama gas melon tiga kilogram yang bersubsidi. Mudah-mudahan dengan adanya penelitian dari siswa STIK ini nanti bisa jadi referensi kami,” ungkap Mulkan.

Orang nomor satu di Kabupaten Bangka tersebut mengatakan hal yang mendasari daerahnya kesulitan mendapatkan elpiji bisa dikarenakan merupakan daerah kepulauan.

“Daerah kita ini kepulauan jadi barang-barang sulit masuk dari darat, kebanyakan dari jalur laut dan udara,” terang Mulkan.

Selama ini, dia menambahkan, jika barang-barang yang dikirim melalui jalur darat harus menempuh jalur Sumatera Selatan terlebih dulu sehingga memakan waktu yang cukup lama.

“Satu-satunya jalur darat kita melalui palembang lalu baru dikirim lagi pakai kapal karena memang daerah kita tidak menyatu dengan sumatera,” katanya.

Mulkan juga meminta kepada mahasiswa STIK untuk turut melakukan penelitian terhadap BBM, stunting, tingkat kemiskinan dan pengangguran.

“Antrian di pom bensin kita sangat panjang, angka kemiskinan kita juga, pertumbuhan ekonomi kita lambat. Selain itu tingkat pengangguran kita juga masih 4,78 persen,” ungkapnya.(mg419/10)

Related posts