117 Gram Narkoba Dimusnakan

  • Whatsapp
CEK BB – Tim Supervisi Pidana Umum Kejaksaan Agung RI, mengecek barang bukti sebelum dimusnahkan di halaman Kejari Bangka, Kamis (23/3/2017). (foto: Zuesty)

Termasuk Sepucuk Senpi dan Puluhan HP
Dihadiri Ketua Tim Asistensi Kejagung RI

SUNGAILIAT – Sebanyak 117 gram lebih barang bukti paket narkoba yang terdiri dari ekstasi, sabu-sabu, dan ganja, dimusnahkan Tim Eksekusi Tindak Pidana Umum Kejari Bangka, Kamis pagi (23/3/2017).
Pemusnahan yang dilakukan di halaman Kejari Bangka, yakni BB narkoba berupa sabu-sabu sebanyak 133 paket dengan jumlah 29,9917 gram, 81 paket ganja seberat 78,9212 gram, ekstasi 16 paket seberat 8,5503 gram dengan total keseluruhan 230 paket.
Selain itu, sepuncuk senjata api, puluhan ponsel dan pakaian yang menjadi barang bukti ikut dimusnahkan dalam moment tersebut.
Kasi Pidum Kajari Bangka, Retni Natalya Bya, SH, MH kepada wartawan mengatakan setelah diawal tahun 2016 lalu, Kajari Bangka kembali melakukan pemusnahan barang bukti di awal tahun 2017.
Menurut Retni pemusnahan ini dilaksanakan terhadap barang bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Diantaranya narkoba, HP, senjata api, serta senjata tajam.
“Jadi setelah pemusnahan tahun 2016 kemarin kita melaksanakan pemusnahan lagi di tahun ini. Untuk 2017 sementara masih ada sabu dan ekstasi,” jelasnya.
Untuk senjata api dari tersangka narkoba atas nama Arizal alias Ari alias Kencleng, Tim juga melakukan pemusnahan menggunakan peralatan khusus. Tercatat data pemilik barang bukti sabu dan ekstasi terbanyak yakni terpidana bernama Yanti alias Nia dengan 32 bungkus plasti berisi sabu dan 16 paket ekstasi. Sementara untuk ganja dimiliki terpidana Yoga dengan 76 paket ganja. “Untuk senjata tajam itu diambil dari barang bukti kasus pencurian dengan kekerasan,”ujar Retni.
Dari data 2016 dan 20017 terdapat penurunan jumlah barang bukti dari jumlahnya. Untuk tahun 2016 terdapat paket-paket besar narkoba sementara di tahun 2017 ini hanya berupa paket-paket kecil narkoba.
“Untuk kurun tahun 2016 dan 2017 terjadi penurunan secara jumlah bukti narkoba. Kalau di 2016 kita punya paket – paket besar ganja kalau sekarang paket-paket kecil saja,”tukasnya.
Sementara, Tim Supervisi Pidana Umum Kejaksaan Agung, Resi Anna Napitupulu, SH, MH yang hadir dalam acara pemusnahan barang bukti di Kejari Bangka mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian tim asistensi penyelesaian perkara dan barang bukti supaya tidak ada tunggakan preventif. Kedatangan ia dan rombongan berdasarkan surat perintah pimpinan dalam hal ini Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum karena terkait dengan tindak pidana umum.
“Ini adalah tim asistensi penyelesaian perkara dan barang bukti. Bagaimana supaya tidak ada tunggakan prefentif lah. Nah kami datang kesini dengan surat perintah pimpinan kami, dalam hal ini jaksa agung muda tindak pidana umum. Karena masalah ini terkait dengan tindak pidana umum bukan tindak pidana khusus. Kami datang kesini dalam surat perintah itu sudah disebutkan adalah dalam rangka bagaiamana mengeliminir tunggakan dan mencegah preventif terhadap hal-hal yang mungkin akan terjadi. Disni kami tim datang bekerja di beberapa kejari. Kami menyikapi latar belakangnya adalah sebagaimana kebijakan presiden kita dalam hal ini pemerintah Lembaga Kejaksaan RI bahwa negara kita ini sudah di kategori darurat narkoba. Kitakan sudah sama-sama menyikapi itu,”jelasnya.
Dalam hal ini lembaga Penegakan Hukum RI yang terkait harus mendukung program pemerintah. Daerah merupakan perpanjangan tangan Kejati dan Kejari.
“Mensikapi kebijaksanaan itu kami menuntaskan semuanya yang kira-kira membuktikan kalau kami mendukung tidak boleh ada barang bukti tersimpan yang selama ini mungkin periode 2x setahun. Hari ini, Kami membuktikan bahwa kami sangat mendukung kebijakan pemerintah. Bagaimana generasi bangsa dan negara kita ini kedepan jangan sampai roboh gara-gara ulah dari pada mafia,”ujarnya.
Hadir dalam kegiatan pemusnahan tersebut, Kapolres Bangka, Kepala BNN Bangka, Kasat Narkoba, Perwakilan Pengadilan Negeri Sungailiat.
Sementara itu, dihari bersamaan Kejaksaan Negeri Bangka Tengah (Bateng) juga melakukan pemusnahan barang bukti tindak Pidana Umum (Pidum) yang terdiri dari ganja, sabu-sabu dan ektasi.
Pemusnahan itu sangat spesial karena dihadiri langsung Tim Kejaksaan Agung Bidang Asistensi Penyelesaian Barang Bukti Kejaksaan yang diketuai oleh Resi Anna Napitupulu. Selain itu, pemusnahan barang bukti narkoba juga dihadiri Kejari Bateng, Wakapolres Bateng, Kasat Res Narkoba, Dinas Kesehatan, dan Pemkab Bateng.
Dalam jumpa persnya, Ketua Tim Asistensi Penyelesaian Barang Bukti Kejaksaan Agung RI, Resi Anna Napitupulu mengatakan pemusnahan itu melaksanakan Surat Perintah Kejaksaan Agung RI berdasarkan asas KUHA, murah dan sederhana.
“Tujuan pemusnahan adalah mendukung kebijakan pimpinan dalam hal ini Presiden RI. Karena saat ini, negara bukan hanya darurat dalam korupsi tapi darurat narkoba. Sebagai penegak hukum, kami melaksanakan surat perintah Kejagung muda Pidana Umum. Sasaran, bagaimana melihat tugas-tugas pekerjaan ini berdasarkan azas Kuhap, murah dan sederhana,” ujarnya kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, dalam rangka itulah, pihaknya melakukan pemusnahan barang bukti sekaligus melakukan upaya prepentif dan pencegahan. Sebagai lembaga eksekutor dalam
pasal 270 KUHP, apa yang dilimpahkan kepolisian dan sudah mendapatkan keputusan pengadilan atau inkrah, maka barang bukti harus dilakukan pemusnahan.
“Pemusnahan ini dilakukan secara nasional di Indonesia termasuk di Bangka Tengah. Bahkan pemusnahan ini sudah memenuhi prosedur.
Barang bukti ini, jika tidak ada upaya hukum dan sudah menjadikan keputusan bersama di pengadilan atau inkrah, maka wajib dilakukan pemusnahan barang bukti,” ungkapnya.
Kepala Kejari Bateng, Doddy Putra Alfian menambahkan barang bukti tindak pidana umum yang dimusnahkan sebanyak 31 perkara meliputi sabu-sabu seberat 21,87 gram, ganja 73 gram, dan ekstasi 10 gram.
“BB Tindak Pidana Umum yang dimusnahkan ini merupakan BB narkotika tahun 2015 akhir hingga sekarang,” tandasnya. (2nd/ran/6)

Related posts