100 Hari Pasca Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610

  • Whatsapp

Puluhan Masyarakat Gelar Doa Bersama

PANGKALPINANG – Puluhan masyarakat Pangkalpinang dan sekitarnya menggelar tausiyah dan doa bersama bagi arwah korban pesawat Lion Air JT-610, di Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang, Rabu (6/2/2019) malam.

Doa bersama itu dipanjatkan, untuk mengenang 100 hari tragedi jatuhnya pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 silam.

Ketua penyelenggara acara itu, Adhy Saphio mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini merupakan ide para komunitas anak band yang kerap ngumpul main band di Pangkalpinang.

“Sebenarnya, ini bukan ide saya pribadi tapi idenya para komunitas anak band. Saya sempat berdiskusi dengan kawan-kawan, bagaimana kalau kita bikin acara doa bersama buat para korban pesawat Lion Air JT-610,” tuturnya.

Lanjut Adhy, komunitas anak band, juga selalu menggelar kegiatan lainnya seperti penggalangan dana untuk para korban bencana alam.

“Karena, kami melihat sebelumnya sudah dua bulan tragedi jatuhnya pesawat JT-610 ini tapi tidak ada gerakan apapun dari organisasi mana pun dan akhirnya, kami sepakat dari komunitas anak band Pangkalpinang untuk menyelenggarakan doa bersama di malam ini,” bebernya.

Dikatakannya, acara ini pun tidak punya undangan khusus, baik kepada gubernur, walikota dan instansi lainnya.

“Ini juga merupakan undangan terbuka untuk umum. Insya Allah, kedepan kita bersama bapak Walikota Pangkalpinang, berencana akan membangun monumen/icon di ATM ini berupa pesawat JT-610,” jelas Adhy.

Ditambahkan Ustadz Heri Kurniawan bahwa para jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut tak lain untuk mendoakan korban jatuhnya pesawat JT-610

“Semoga, para almarhum dan almarhumah bisa diterima disisi dan diridhoi Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan, dimudahkan urusannya, baik di dunia maupun di akhirat,” pungkas Ustadz Heri.

Turut hadir dalam kegiatan doa bersama ini, para jamaah dan Distrik Manager Lion Air Pangkalpinang, Amar Fernando. (bis/6)

Related posts