10 Ton BBM Selundupan Ditangkap Intelmob

  • Whatsapp
TRUK BBM – Dengan truk inilah, BBM jenis solar hitam sebanyak 10 ton dibawa dari Palembang Sumsel ke Pulau Bangka. Truk ini dihadang Tim Intel Brimob Polda Babel, Rabu malam (20/2/2019) di Jalan Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, setelah turun dari kapal penyeberangan dari Tanjung Siapi-api Sumsel. (Foto: Bambang Irawan)

Diangkut dengan Truk dari Palembang
Dilimpahkan Ditreskrimsus ke Polres Babar

PANGKALPINANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Ditreskrimsus Polda Babel) menerima pelimpahan sebanyak 10 ton bahan bakar minyak (BBM) diduga solar tangkapan Tim Intel Brimob Polda Babel pada Kamis (21/1/2019) pagi. Kendati demikian, perkara ini langsung dilimpahkan penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus ke Polres Bangka Barat (Babar).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, AKBP Indra Krismayadi didampingi Kasubdit IV Tipiter AKBP Siswantoro menuturkan bahwa Tim Intelmob telah mengamankan satu unit truk yang bermuatan 10 ton BBM jenis solar.
Dugaan sementara solar yang ditangkap di Jalan Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat pada Rabu (20/2/2019) sekira pukul 23.45 WIB ini, diselundupkan dari Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ke Pulau Bangka.

“Kami telah melakukan penangkapan terhadap tersangka yang membawa minyak ilegal. Minyak ilegal itu berasal dari Pelabuhan Tanjung Siapiapi Palembang yang dibawa ke Pelabuhan Muntok,” tutur Indra ditemui Rakyat Pos di ruang kerjanya, Jumat (22/2/2019).

Ia menyebutkan, sopir yang diamankan lantaran mengangkut 10 ton solar tersebut, yakni Irat (38) asal Riandaun, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Sedangkan kondektur atau kernet yang ikut ditangkap, yaitu Yendi (35) warga Paldas, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

“Kendaraan truk dibawa oleh satu orang sopir dan satu orang kernet di dalamnya berisi minyak ilegal, karena pada saat pengangkutan tidak dilengkapi surat. Akhirnya anggota Brimob melaporkan kepada kami, kemudian karena kami melihat bahwa locus delicti di Muntok Bangka Barat, maka kami limpahkan,” jelasnya.

Lanjut Dirreskrimsus, adapun barang bukti yang diamankan, diantaranya satu unit truk warna biru kuning dengan nomor polisi BG 8559 UH, 10 ton minyak ilegal jenis solar dan surat-surat.

“Tersangka, sekarang sudah diperiksa di Polres Bangka Barat. Jumlah solarnya sesuai tonase kendaraan itu diperkirakan 10 ton, ini baru perkiraannya karena kita belum menghitung,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun dari keterangan sang sopir bahwa BBM jenis solar tersebut milik oknum Anggota Polresta Palembang, Ka yang diselundupkan melalui Kapal Sentosa dengan pemberangkatan terakhir pada pukul 17.40 WIB dari Pelabuhan Tanjung Api – api ke Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok.

“Kita belum pastikan, karena menurut informasi dari para tersangka itu minyak sumur-sumur tradisional dari Sekayu. Minyak hitam ya, biasanya pengusaha minyak ini digunakan untuk campuran antara solar dengan minyak hitam ini dicampur dijadikan bahan bakar untuk menggerakkan sebuah kendaraan,” bebernya.

Lebih lanjut dia menegaskan, pelaku akan dipersangkakan penyidik tentang penyelundupan BBM berdasarkan Pasal 53 UU RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman 4 tahun penjara, dan atau Pasal 54 dengan ancaman 6 tahun penjara.

“Berdasarkan keterangan dari kondektur truk bahwa penyelundupan BBM jenis solar tersebut baru pertama kalinya dilakukan dan tidak tahu sama sekali milik siapa dan akan diantar kemana solar tersebut,” tandasnya. (bis/6)

Related posts