10 Ton Bawang Bombay Tangkapan, Dilepas

  • Whatsapp
TRUK BAWANG – Truk berisi muatan bawang bombay sebanyak 10 ton hasil tangkapan Ditpolairud Polda Babel inilah yang dilepas Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, sehari setelah ditangkap. Pihak Balai beralasan tangkapan itu dilepas setelah diperiksa, ada surat menyurat maupun dokumen muatan barangnya. Padahal sebelumnya, Kasubdit Gakkum Ditpolairud menyatakan sopir truk dapat dijerat pasal berlapis. (Foto: Bambang Irawan)

Kostan: Sebenarnya, Dokumennya Ada

PANGKALPINANG – Kepala Seksi (Kasi) Karantina Tumbuhan, Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Kostan tak mengelak bahwa sopir dan barang bukti berupa bawang sebanyak 10 ton yang sempat ditangkap polisi, sudah dilepaskan usai diperiksa kelengkapan surat menyurat maupun dokumen pendukung.
“Bawang seberat 10 ton ini ditangkap oleh Airud dari Jakarta, jadi tidak lengkap dokumennya. Sebenarnya, dokumennya ada,” kata Kostan kepada Rakyat Pos, Selasa (7/11/2017) sore.
Diakuinya, pemilik bawang tersebut yakni Juliswan berasal dari Jakarta. Tetapi sopir truk yang mengangkut barang itu bernama Muhammad Fredi (35) berasal dari Sungailiat, Kabupaten Bangka.
“Bawang bombay itu masuk dari Cina berjumlah 145 ton, masuk ke sini (Bangka) cuma 10 ton. Jadi, 135 ton bawang ini disebar kemana-mana,” jelasnya.
Kostan menyebutkan, pintu masuk barang impor seperti bawang bombay ini berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
“Ini bukan pintu masuk barang impor, masalah dokumen mereka dari Karantina Tanjung Priok. Jadi, mereka ke sini cuma impor dari Cina setelah diproses pemasukan izinnya semuanya di Priok baru didomestikkan ke sini,” terangnya.
Setiap barang domestik yang akan masuk ke daerah tujuan kata dia, harus membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Kalau logistiknya tidak dilengkapi sertifikat dari daerah asal, kita bisa buat pelepasan di sini. Persyaratannya, mereka harus membayar PNPB,” ujarnya.
Pihaknya melepas sang sopir truk berikut barang buktinya setelah dilakukan pengecekan kelengkapan dokumen.
“Barang ini sudah kita rilis, setelah diserahkan kepada kita langsung berangkat. Karantina kita sistemnya membantu pengusaha-pengusaha, membantu pengguna jasa dan kita tidak mau mempersulit. Tidak ditahan di sini dan sudah bebas,” ungkapnya.
Dikatakan Kostan, pihaknya sempat ditanyakan oleh penyidik Ditpolairud terkait kelengkapan dokumen bawang itu.
“Cuma kemarin, Airud nanya mana dokumennya, mereka tidak masalah tidak bawa dokumen. Memang itu barang impor, tapi barang impor dari Cina ke Jakarta. Dari Jakarta, mereka ke Bangka sudah domestik. Jadi, semua persyaratannya, dokumennya sudah dilengkapi dan diperiksa di Priok,” jelasnya lagi.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, sang sopir ketika ditahan kepolisian lantaran tidak bisa menunjukkan dokumen sertifikat kesehatan dari Balai Karantina Tanjung Priok Jakarta.
“Jadi, salahnya mereka seharusnya bawa surat atau sertifikat kesehatan dari Tanjung Priok. Tapi mereka tidak ada,” pungkasnya.
Sehari sebelumya, tepatnya Senin (6/11/2017), jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kepulauan Bangka Belitung (Ditpolairud Polda Babel) berhasil mengungkap kasus dugaan penyelundupan bawang sebanyak 10 ton.
Bawang bombai putih dan merah tersebut diamankan dari sebuah truk dengan nomor polisi (Nopol) BN 9852 QR di Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang, sekitar pukul 06.00 Wib. Truk berwarna kuning itu mengangkut sekitar 650 karung berisi bawang diduga ilegal.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Babel, AKBP Fahmi Reza saat dikonfirmasi Rakyat Pos, membenarkan adanya pengamanan 10 ton bawang yang diduga selundupan.
“Ya, memang benar kami telah mengamankan truk bermuatan bawang bombai putih dan merah berjumlah 10 ton atau sekitar 650 karung. Sopir yang membawa bawang ini usai diperiksa dan digeledah, langsung kita amankan di Mako Ditpolairud,” beber AKBP Fahmi.
Ia mengungkapkan, penangkapan sopir, mobil truk dan bawang puluhan ton tersebut pasca polisi perairan menerima informasi dari masyarakat.
“Jumlah bawang sekitar 650 karung yang kami amankan ini berkat adanya informasi masyarakat tentang truk yang membawa bawang. Anggota kita langsung lidik (penyelidikan),” terangnya.
“BB (barang bukti) berupa mobil truk dan bawang juga sudah kita amankan di mako. Tetapi, kini sudah kita limpahkan ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang,” imbuhnya.
Dia menegaskan, sopir pengangkut bawang diduga ilegal telah melanggar Pasal 31 juncto Pasal 5 jo Pasal 6 jo Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.
Selain itu, penyidik juga menjerat sang sopir bawang dengan pasal berlapis, yakni Pasal 135 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan Jo Pasal 55, 56 KUHP.
“Ancaman hukumannya maksimal 3 tahun penjara. Semuanya telah kami limpahkan ke Karantina karena berdasarkan UU tersebut, penyidiknya yaitu PPNS Karantina,” tukasnya. (bis/1)

Pos terkait