10 Tersangka Narkoba Ditangkap

  • Whatsapp
Enam tersangka narkoba yang diamankan Satres Narkoba Polres Bangka Selatan dihadirkan berikut barang bukti dalam konferensi pers di Mapolres, kemarin. (Foto: Dedi Irawan)

Enam Polres Basel, Empat di Belitung

TOBOALI – Operasi Antik Menumbing 2019 yang dilakukan Polres Bangka Selatan dan Polres Belitung sejak 28 Februari hingga 11 Maret 2019, berhasil menangkap 10 orang pelaku narkoba. Enam tersangka diciduk jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan dan empat tersangka oleh Polres Belitung.
Untuk Polres Bangka Selatan, sebanyak 40,47 gram narkotika jenis sabu-sabu diamankan sebagai barang bukti. Selain sabu, polisi turut mengamankan 6 orang tersangka berikut dengan barang bukti lainnya.
Kabag Ops Polres Bangka Selatan Kompol Irwan didampingi Kasat Resnarkoba AKP Satriadi dalam konferensi pers yang digelar di ruang briefing Mapolres, Kamis (14/3/2019) mengatakan dari 6 tersangka yang diamankan 2 diantaranya merupakan target operasi (TO) aparat kepolisian.
“Untuk tersangka TO yang pertama Sumaidi (36) diamankan di rumahnya, Jalan Yos Sudarso RT 002 Kelurahan Tanjungketapang, Kamis (28/2/2019) pukul 00.30 WIB. Untuk BB yang diamankan 1 paket sabu sedang bruto 2,46 gram dan 1 buah bekas bungkusan permen merek strepsil,” ujarnya. Lalu diamankan juga barang bukti 1 gunting warna pink, 1 buah karter warna merah dan 1 buah sekop yang terbuat dari pipet. Kemudian 1 buah bekas tabung obat dan 1 Hp merek Nokia warna biru.
Tersangka TO yang kedua, kata Irwan ialah Siaw Liong alias Herman Gunawan alias Akew (30) yang berhasil diringkus pada Sabtu (2/3/2019) sekira pukul 19.30 WIB di di pinggir Jalan Bagger, Kelurahan Toboali.
Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 4 paket sedang sabu bruto 0,89 gram, 1 buah plastik bening berukuran besar kosong, 1 bungkus plastik bekas kacang merek garuda warna hijau, 1 buah timbangan kecil tanpa merek warna hitam dan 1 unit Hp merek Asus warna merah.
“Untuk empat tersangka Non TO lainnya ialah Harpianto (27), warga Jalan Teladan AMD Kelurahan Teladan dan Siswandi (37) warga Jalan Damai Kelurahan Tanjungketapang Kecamatan Toboali. Dua lainnya Faisal (27), warga Jalan Teladan Kelurahan Teladan Kecamatan Toboali dan Rudi Hartono (30), warga Desa Tulungselapan, Kabupaten OKI Provinsi Sumsel,” katanya.
Sebelumnya, Kasat Narkoba mengungkapkan Bangka Selatan merupakan pintu masuk peredaran narkotika di Bangka Belitung. Dengan kata lain, Bangka Selatan merupakan salah satu surga peredaran narkoba bagi para bandar serta pengedar narkotika.
Untuk itu, Satnarkoba Polres terus bersinergi dengan BNNK, TNI stake holder serta seluruh elemen masyarakat guna mencegah masuknya barang haram ini ke Bangka Selatan.
Sedangkan di Belitung, Satuan Reserse Narkoba Polres berhasil mengamankan sebanyak empat orang yang diduga sebagai penyalagunaan narkoba berjenis sabu dan ganja, Senin (4/3/19). Saat ditangkap dalam operasi Antik Menumbing, polisi berhasil mengamankan sabu siap edar dan sejumlah alatnya. Kini keempatnya meringkuk di sel tahanan Polres Belitung guna penyidikan lebih lanjut.
Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana didampingi Kasubag Humas AKP Mahmud mengatakan, jaringan narkoba ini terungkap saat petugas menangkap pria berinisial R dan H. Meski berbeda tempat penangkapan, kedua tersangka ini masih dalam satu rangkaian kasus yang sama.
Keduanya memang sudah lama menjadi target polisi terkait peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Belitung. Dari itu semua, polisi akhirnya berhasil mengembangkan perkara ini dan menangkap A dan S.
“Ini merupakan Operasi Antik serentak tahun 2019 Polres Belitung, maupun polres lain yang berada dalam Polda Bangka Belitung. Adapun hasil dari operasi ini, kami telah mengamankan empat orang tersangka. Yaitu Saudara R, H, S, dan A,” kata Yudhis saat konfrensi pers, Kamis (14/03/19).
Kronologis penangkapan mereka berawal dari tersangka R yang merupakan target polisi sejak lama. Dari itu dilakukan pengembangan ke pelaku lainnya.
“Kronologis kejadian, yaitu ketika polisi menangkap saudara R didapati sabu-sabu yang disimpan di dalam kotak rokok seberat 0,2 gram dan satu dompet berisikan uang Rp600 ribu,” ujarnya.
Peran dari keempat pelaku ini berbeda-beda. Ada yang sebagai penjual dan bandar serta pengguna barang haram ini.
“R memasarkan barang yang diperoleh dari saudara A. Sedangkan S merupakan pengguna narkoba jenis berbeda yaitu ganja dan telah diamankan ganja seberat 5,7 gram,” jelas Yudhis.
Sementara S, dibekuk saat berada dirumah A yang merupakan target. Saat itu, S ikut digeledah dan diintrogasi dan didapati narkoba jenis ganja.
Polisi dalam hal ini menerapkan pasal yang berbeda terhadap pelaku-pelaku. Sesuai dengan Undang-undang Narkotika dimana bandar akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1.
“Pasal yang dikenakan untuk saudara R dan H itu pasal pemakai, sedangkan untuk saudara A pasal pengedar. Yaitu pasal 112 ayat 1 untuk atau 127 ayat 1 untuk R dan H. untuk A pasal 114 ayat 1 atau 127 ayat 1 dan S pasal 111 ayat 1 dan 127 ayat 1 tentang narkotika,” pungkasnya. (raw/dod/1)

Related posts