10 Pelajar Terjaring Bolos di Warnet

  • Whatsapp
Sejumlah pelajar berseragam sekolah yang terjaring razia Satpol PP Kabupaten Bangka, Kamis (9/11/2017) di beberapa tempat rental play station (PS) dan warnet game online di Sungailiat. (Foto: C. Susanti)

4 Pengunjung Biliar Diamankan Positif Narkoba

SUNGAILIAT – Sebanyak 10 orang pelajar menggunakan seragam sekolah terjaring razia Satpol PP Kabupaten Bangka, Kamis (9/11/2017) di beberapa tempat rental play station (PS) dan game online di Sungailiat.
Ke-10 orang pelajar tersebut 7 orang merupakan pelajar SMK swasta ditambah 2 pelajar SMA di Sungailiat dan seorang pelajar SMAN Kecamatan Pemali.
Ry, salah satu pelajar SMK swasta mengaku karena alasan tidak buat Pekerjaan Rumah (PR) sehingga ia nekad bolos sekolah dan memilih main game ps di simpang lingkungan Air Centeng, Sungailiat.
“Ku takut di setrap guru bang gara gara dak buet PR Kearsipan,” kata Ry.
Berbeda dengan pengakuan An, dirinya nekad bolos sekolah karena enggan mengikuti salah satu mata pelajaran di sekolahnya.
Bahkan kata dia, sebelum bolos sekolah, dia bersama enam pelajar lainnya janjian terlebih dahulu untuk tidak masuk sekolah dan memilih bermain PS di salah satu tempat rental PS yang ada dikota Sungailiat.
“Kami janjian dulu semalem tuk bolos ditempet PS,” ungkapnya.
Karena kedapatan bolos sekolah, 10 orang pelajar dari 3 SMA di daerah ini digiring ke kantor Satpol PP Bangka guna dilakukan pembinaan.
Kabid Penegak Perundang Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman mengatakan patroli rutin yang dilakukan bagian Tibum Trammas Satpol PP Bangka ini merupakan program yang dilakukan pihaknya dengan sasaran anak anak yang bolos saat jam belajar mengajar berlangsung.
“Saat patroli dilakukan, ditemukan 10 orang anak anak sekolah sedang main game dan kita amankan di kantor Satpol PP,” ujarnya.
Dikatakannya, 10 pelajar yang terjaring razia ini dilakukan pembinaan dengan melakukan pemanggilan terhadap guru masing masing sekolah.
“Tujuan kegiatan ini agar para pelajar ini tidak mengulangi lagi perbuatannya,” imbuhnya.
Suherman juga mengingatkan kepada pihak sekolah untuk tidak memberhentikan para pelajar yang kedapatan bolos sekolah ini oleh Satpol PP Bangka.
“Jadi mereka ini harus dilakukan pembinaan dan jangan sampai di keluarkan dari sekolah,” tukasnya.
Namun jika ada pihak sekolah yang mengeluarkan anak didiknya pasca kedapatan razia oleh Satpol PP Bangka ini,kata Suherman, pihaknya akan memproses sekolah tersebut.
“Kita berharap pihak sekolah membina dan kami dari pemerintah daerah juga membina dan mengawasi para pelajar di daerah ini untuk tidak bolos sekolah,” pungkasnya.
Terpisah, Tim Gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Polda Babel, Pomal TNI AL dan Satpol PP Provinsi melakukan razia terhadap pengunjung yang sedang berada di biliar Bes Sungailiat, Kamis (9/11/2017).
Dalam razia tersebut, tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung dan tidak menemukan barang terlarang seperti narkoba.
Hanya saja, saat pemeriksaan urine dilakukan, empat orang pengunjung yang sedang bermain biliar ini digiring ke masuk kedalam mobil petugas karena urinenya diduga positif mengandung narkoba.
Sementara itu, enam orang pelajar SMA yang ada dikota Sungailiat yang turut terjaring razia didalam biliar Bes diserahkan kepada Satpol PP Bangka.
Namun ketika wartawan ingin mengkonfirmasi ke pihak BNNP yang memimpin razia, pihak BNNP menyarankan awak media ke BNNK Bangka.
“Konfirmasinya ke BNNK saja ya,” kata salah satu petugas BNNP.
Sementara itu, Kabid Penegak Perundang Undangan Daerah, Achmad Suherman disela-sela razia berlangsung mengatakan, kehadiran pihaknya di biliar Bes tersebut untuk menindaklanjuti temuan tim gabungan terhadap 6 orang pelajar Sungailiat yang kedapatan bolos saat jam sekolah berlangsung.
“Tadi saya di telpon oleh Satpol PP Provinsi ada pelajar yang terjaring razia oleh tim gabungan. Oleh Satpol PP Provinsi menyerahkan para pelajar yang terjaring ini kepada kita untuk dilakukan pembinaan,” kata Suherman.
Namun Suherman membenarkan ada sejumlah pengunjung yang diamankan oleh tim gabungan tersebut.
“Memang ada yang diamankan tapi itu bukan kewenangan saya untuk menjelaskannya,” tandasnya. (snt/6)

Pos terkait