10 Kapal Isap Ikut Dangkalkan Muara Air Kantung

  • Whatsapp

 

Limbah Tambang Mengalir ke Muara

Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman membentuk tim untuk menyelesaikan keluhan masyarakat nelayan Sungailiat tentang pendangkalan alur di Pelabuhan Perikanan Nelayan (PPN) Muara Air Kantung, Jelitik, Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Pemprov Babel, Marwan mengatakan, setelah mereka melakukan survey di lokasi PPN, ditemukan beberapa hal yang menyebabkan muara ini mengalami pendangkalan terus menerus, meski sudah mendapat bantuan pengerukan dari PT Pulomas Sentosa.

“Saat kami turun melihat di bibir muara sungai ada dua gundukan pasir yang meninggi, ini didapat dari pengerukan muara Pulomas karena pasir tak terangkut dan menyempit. Di depan muara sungai ada kapal isap produksi yang legal, IUP PT Timah, kami lihat ada empat, ternyata ada 10 kapal isap di bibir muara sungai yang pasirnya dibawa arus terus ke muara sehingga makin banyak sedimentasi di muara,” terangnya.

Selain itu, tim juga menemukan kapal neyalan yang berubah fungsi menjadi TI apung. Tidak hanya itu di hulu sungai pun ada tambang inkonvensional ilegal yang menambang pasir timah dan limbah pasir hasil penambangannya juga mengalir ke muara.

“Itulah masalah yang membuat bibir alur sungai semakin menyempit,” kata Marwan.

Dalam upaya menyelesaikan persoalan ini, tim gubernur sudah menggandeng Kementerian Kelautan Perikanan dan Kemenko Maritim serta pihak terkait untuk mengatasi pendangkalan alur itu. (nov/1)

Related posts