1 PSK Positif HIV, 3 Sipilis

  • Whatsapp

Dinkes Periksa 80 Pekerja Seks

TOBOALI – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan sejak tiga hari terakhir melakukan pemeriksaan HIV dan Aids di empat tempat hiburan malam di Bangka Selatan.

Kepala DKPPKB Basel, Supriyadi mengungkapkan pengecekan penyakit menular seksual ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit HIV dan Aids di Bangka Selatan. Menurutnya, dari empat tempat hiburan yakni di Parit 9, Pengarem, Lingkup dan Piangsut sedikitnya 80 pekerja seks komersil (PSK) yang telah diperiksa Rapid Test.

Hasilnya terdapat 1 PSK yang positif HIV. Selain itu terdapat 3 PSK yang terinfeksi sipilis atau raja singa. Untuk pemeriksaan HIV ini, DKPPKB melakukan pemeriksaan hingga kali ketiga mulai R1 sampai R3 hingga hasilnya dinyatakan positif HIV.

Menurutnya dengan hasil ini, DKPPKB langsung berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk menindaklanjuti dan melakukan pembinaan terhadap 1 PSK yang positif HIV.

“Saat ini kita melalui puskesmas telah menindaklanjuti PSK yang positif HIV, kita lakukan pembinaan, edukasi, pengobatan lanjutan hingga ke RS Depati Hamzah, karena HIV ini belum ada obatnya jadi yang dilakukan adalah menambah daya tahan tubuh, pada saat pengecekan kita juga melakukan sosialisasi kepada seluruh PSK agar memastikan menggunakan kondom, karena salah satu penularan HIV ini adalah melalui sperma, darah serta susu,” imbuhnya.

Disisi lain, Supriyadi menyebutkan di Basel selain terdapat PSK yang menetap juga ada PSK yang bersifat freelance. “Nah, PSK freelance ini yang sulit untuk kita deteksi, padahalkan ini pemeriksaan ini adalah untuk mencegah penularan HIV Aids, kita sarankan agar PSK dapat secara rutin mengecek kesehatannya agar dapat terhindar dari penyakit seksual,” ujarnya.

Ia menambahkan, DKPPKB dalam setahun hanya melakukan satu kali pemeriksaan HIV Aids ini. “Pemeriksaan HIV Aids inikan menggunakan anggaran, kemampuan kita hanya satu kali pemeriksaan, ditambah lagi 1 kali pemeriksaan oleh Dinkes Provinsi, jadi biasanya di Basel terdapat 2 kali pemeriksaan, memang idealnya harus 3 bulan sekali dilakukan pemeriksaan sehingga pencegahan penularan HIV Aids benar-benar terkontrol,” pungkasnya. (raw/6)

Related posts