by

1 Kg Sabu Disimpan di Box Accu

BUKTI SABU – Kapala BNNP Babel didampingi Kabid Pemberantasan dan Kepala Bea Cukai Pangkalpinang menunjukkan barang bukti tangkapan 1 kilogram sabu-sabu serta uang tunai dalam konferensi pers, kemarin. Sabu-sabu ini diamankan dari sopir dan kernet truk pengangkut 14 ton sagu di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, yang disimpan dalam bok accu. Narkoba senilai Rp2 miliar ini hendak diedarkan ke Pulau Bangka dan diduga dikendalikan dari Lapas di Palembang, Sumsel. Dalam foto lain tampak petugas gabungan ketika membekuk kedua pelaku di areal pelabuhan. (Foto: Bambang Irawan/Ist)

Sopir dan Kernet Truk Sagu Disergap
Dikendalikan Bandar Sabu di Lapas Sumsel

PANGKALPINANG – Tindakan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BNNP Babel) dan Bea Cukai Pangkalpinang, kali ini patut diacungi jempol. Dalam tugas kerjasama di Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), petugas gabungan ini berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat satu kilogram pada Sabtu (9/2/2019) sekitar pukul 14.00 WIB.
Narkotika golongan satu senilai Rp2 miliar ini gagal beredar di Pulau Bangka, setelah truk bermuatan 14 ton sagu dari Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang menumpang kapal roro jenis feri saat tiba di Pelabuhan Tanjung Kalian, langsung dicegat petugas gabungan.
Dan ketika digeledah, truk lintas provinsi berwarna kuning dengan nomor polisi BG 8242 UV itu ternyata tidak hanya membawa sagu, tetapi juga narkoba jenis sabu-sabu seberat satu kilogram yang disimpan di dalam box accu (dibaca: aki) bagian bawah truk.
Tentu saja, sopir dan kernet truk yakni JW (29) dan RA (20) langsung panik. Keduanya yang sempat menyaksikan penggeledahan petugas bersama saksi lainnya, kemudian dibekuk karena tidak dapat menjelaskan tentang narkoba itu. Keduanya lalu digiring ke Kantor BNNP Babel dan dilakukan introgasi selama dua hari.
Dari tangan kedua pelaku, pihak BNNP Babel mengamankan barang bukti lain berupa satu unit truk, uang jutaan rupiah yang diduga sebagai upah membawa sabu-sabu, dan tiga unit handphone. Keduanya kepada petugas mengaku sengaja membawa barang haram itu atas permintaan seorang bandar sabu dari salah satu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Palembang, Sumatera Selatan, dengan upah Rp5 juta. Lalu, kedua pelaku menaruh sabu-sabu seberat 1 kg itu di dalam box accu truk setelah mengambilnya di suatu tempat, untuk selanjutnya diantarkan kepada sesorang di Kota Pangkalpinang.
Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol Nanang Hadianto mengatakan, pengungkapan kasus satu kilogram sabu ini berawal dari laporan masyarakat yang ditindaklanjuti tim gabung BNN bersama Bea Cukai Pangkalpinang.
“Mereka ini bisa kurir, bisa bandar dan penggguna, kita masih kembangkan. Informasinya seperti itu (dikendalikan dari lapas-red),” kata Nanang saat konferensi pers, Senin (11/2/2019) siang di Kantor BNNP Babel, kawasan Komplek Perkantoran Pemprov Babel di Kelurahan Air Itam, Kota Pangkalpinang.
“Mereka mengaku sabu-sabu senilai Rp2 miliar ini dikendalikan dari dalam salah satu lapas di Palembang, Sumatera Selatan. Uang Rp5 juta ini sebagai uang akomodasi yang dibayar bosnya untuk membawa sabu,” tuturnya.


Nanang menyebutkan narkoba sebanyak itu seyogyakan akan diedarkan para jaringan pengedar sabu-sabu di Pulau Bangka, terutama di Kota Pangkalpinang. Dengan berat 1 kg, setidaknya sebanyak 5000 orang pengguna sabu-sabu akan terpapar narkoba jika tidak dihentikan peredarannya oleh pihaknya.
“Nilai sabu ini kita taksirkan mencapai Rp2 miliar. Dari satu kilogram sabu ini, kita berhasil menyelamatkan 5.000 nyawa,” tukasnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, dengan terungkapnya peredaran sabu sebanyak ini, sang sopir truk RA, warga Dusun Kebintik, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah dan kernetnya JW, warga Batu Akik 2, Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan Girimaya Kota Pangkalpinang tersebut terancam hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman mati. Terlebih, salah satu pelaku merupakan resedivis pemain narkoba.
“Tersangka JW ini merupakan resedivis yang sudah pernah masuk penjara Tua Tunu Pangkalpinang dan bebas pada 2012 lalu,” tandasnya.
Dalam konferensi pers kemarin, Kepala BNNP Babel didampingi Kepala Bea dan Cukai Pangkalpinang serta Kabid Pemberantasan, AKBP Nur Iswanto mengeluarkan barang bukti sabu-sabu seberat 1 kg yang dibungkus plastik putih dari dalam bungkusan berwarna hijau, kemudian menunjukan uang tunai upah mengantar sabu-sabu dan menghadirkan kedua pelaku di hadapan wartawan dengan pengawalan ketat petugas bersenjata laras panjang. (bis/1)

Comment

BERITA TERBARU